Yogyapos.com (BANTUL) – Pengalihan aliran Sungai Progo di Dam Sapon ke wilayah Kabupaten Kulon Progo sejak awal Agustus 2026 yang lalu telah menyebabkan air sumur warga di Padukuhan Bendo dan Padukuhan Paten Lopati, Kalurahan Trimutri, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul mengering sehingga warga kesulitan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sekretaris pelaksana BPBD Bantul Ribut Bimo Haryo Tejo mengatakan air sumur yang mengering milik warga di dua padukuhan tersebut sifatnya sementara sehingga solusinya adalah penyediaan tempat penampungan air yang berkapasitas 8 ribu liter sehingga ada tempat untuk dropping air bersih.
"Karena pengalihan aliran air Sungai Progo di Dam Sapon hanya tiga bulan maka kita prediksi warga kekurangan air bersih paling lama empat bulan. Nantinya setelah aliran air Sungai Progo tidak lagi di alirkan ke Kulon Progo maka air sumur warga akan pulih kembali," ungkapnya, Jumat (28/8/2026).
Untuk kebutuhan lima bak penampungan air bagi warga Padukuhan Bendo, BPBD Bantul sudah berkomunikasi dengan Pertamina untuk mendapatkan bantuan CSR berupa bak penampungan air dan pihak Pertamina sudah memberikan lampu hijau.
"Jadi nanti ketika bantuan bak air turun maka sifatnya hanya dipinjamkan kepada warga dan ketika masalah air sumur yang kering teratasi maka bak air diambil lagi oleh BPBD Bantul," ungkapnya.
"Nantinya bak air itu bisa lagi dipinjamkan kepada warga yang mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau. Sebab tanpa bak penampungan air tidak bisa dropping air diberikan. Lha wong tidak ada tempat untuk menampung air kok," tambahnya lagi.
Baca juga: Tentang Putusan Praperadilan Reno, JCW: Polda DIY Lebih Cermat dari Kejati
Sedangkan permintaan warga Padukuhan Paten Lopati yang memiliki Pamsimas namun minta air diteliti apakah aman untuk dikonsumsi maka BPBD sudah memfasilitasi dan semoga dalam waktu dekat ini hasilnya sudah keluar.
"Jadi tidak perlu lagi ada bantuan pinjaman bak penampungan air dan dropping air bersih," tandasnya. (Daruwaskita)
