Yogyapos.com (SLEMAN) – Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) dan berbagai unsur masyarakat menyepakati rancangan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKPKal) Tahun Anggaran 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kalurahan (Musrenbangkal).
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara pada akhir Musrenbangkal yang berlangsung di Ruang Wacana Loka, Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Rabu (26/8/2026).
Musrenbangkal Condongcatur tercatat sebagai yang pertama diselenggarakan di Kapanewon Depok dan ketiga dari 86 kalurahan di Kabupaten Sleman dalam rangka penyusunan RKPKal 2027.
Forum ini melibatkan BPKal, pamong dan staf kalurahan, anggota DPRD, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Kapanewon Depok, unsur lintas sektor, 18 dukuh, serta perwakilan RT, RW, dan berbagai lembaga kemasyarakatan.
Plt Lurah Condongcatur Budi Arto SIP MAP, mengatakan Musrenbangkal harus menjadi ruang perencanaan yang terbuka dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
"Saya berharap Musrenbang ini dapat dilaksanakan secara terbuka, partisipatif, objektif, dan mengedepankan kepenti ngan masyarakat secara luas. Usulan yang disampaikan hendaknya benar-benar berdasarkan skala prioritas, tingkat urgensi, manfaat bagi masyara kat, serta kemampuan anggaran yang tersedia,” kata Budi Arto.
Menurutnya, sejumlah sektor perlu memperoleh perhatian dalam perencanaan 2027, antara lain peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM dan ekonomi lokal, ketahanan pangan, serta pengelolaan lingkungan dan persampahan.
Budi Arto mengingatkan agar program pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan, anak, lansia, penyandang disabilitas, dan warga yang membutuh kan perhatian khusus.
Kepala Bidang Administrasi, Keuangan, dan Aset Dinas PMK Kabupaten Sleman, Y. Purnama Kristiawan, mengapresiasi Pemerintah Kalurahan Condongcatur dan tim verifikasi yang telah menyelesai kan tahapan perencana perencanaan sesuai jadwal.
"Musrenbangkal Condongcatur merupakan yang pertama dilaksanakan di Kapanewon Depok dan ketiga dari 86 kalurahan di Kabupaten Sleman. Kami mengapresiasi tim verifikasi yang telah mencermati dan memilah usulan berdasarkan skala prioritas,” katanya
Ia juga meminta peserta mencermati kembali rancangan RKPKal untuk memastikan seluruh kebutuhan prioritas masyarakat telah tercatat dalam dokumen perencanaan.
Panewu Depok Rakhmat Harinawan, menjelaskan bahwa Musrenbangkal merupakan bagian dari siklus tahunan pemerintahan kalurahan yang wajib dilaksanakan sesuai ketentuan.
Musrenbangkal ini menindaklanjuti hasil verifikasi tim terhadap hasil musyawarah kalurahan yang dilaksanakan pada Juni lalu. Setiap usulan telah dicermati dan disusun berdasarkan skala prioritas.Ha
sil Musrenbangkal selanjutnya akan digu nakan sebagai bahan penyusunan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal) Tahun Anggaran 2027.
"Rencana yang telah disusun masih dimungkinkan berubah menyesuaikan sumber dana yang diterima pemerintah kalurahan, baik dari Dana Desa, pendapatan asli kalurahan, Alokasi Dana Desa, bagi hasil pajak dan retribusi daerah, maupun sumber pendapatan lain yang sah,” ujarnya.
Selama prakiraan pendapatan 2027 belum diketahui, Pemerintah Kalurahan Condongcatur menggunakan APBKal 2026 sebagai pedoman awal penyusunan rancangan anggaran.
Ketua BPKal Condongcatur H Sunarto, mengatakan kelancaran seluruh tahapan penyusunan RKPKal tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara BPKal dan Pemerintah Kalurahan Condongcatur.
“Condongcatur dapat melaksanakan seluruh tahapan sesuai jadwal karena ada kerja sama yang baik antara BPKal dan pemerintah kalurahan. Meskipun telah disepakati, perencanaan masih dapat disesuaikan dengan kemampuan anggaran kalurahan,” katanya
Sunarto menegaskan bahwa seluruh unsur yang terlibat harus menghormati dan melaksanakan hasil musyawarah. Kesepakatan tersebut selanjutnya dituangkan dalam berita acara sebagai dokumen resmi kalurahan.
Penandatanganan disaksikan perwaki lan BPKal, pamong kalurahan, lembaga kemasyarakatan, tokoh masyarakat, unsur perempuan, Karang Taruna, dan PKK sebagai bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan pembangunan Condongcatur yang partisipatif, inklusif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. (Agung DP)
