Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp 700 Ribu/Kg, Petani Bantul: Mending Jadi Pengupas

Ismet NM Haris

Yogyapos.com (BANTUL) – Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan dan Sidang Bersama MPR, DPR, DPD RI di Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8) viral. Dalam pidatonya, Prabowo memperkenalkan Susanah kepada ratusan anggota DPR RI sebagai buruh harian pengupas bawang yang disebut mendapatkan upah sebesar Rp 700.000 per kilogram (kg).

Susanah merupakan buruh harian asal Bogor, Jawa Barat. Dia juga salah satu penerima bantuan program keluarga harapan (PKH).

Sontak pidato itu mengundang reaksi, terutama bagi mereka yang berkecimpung di pertanian bawang. Baik buruh kupas maupun petani bawang.

Di Kabupaten Bantul, para petani memilih berhenti menanam bawang dan ingin berganti profesi sebagai buruh kupas bawang. Turbin (58) salah satunya.

‎"Saya kira Pak Presiden Prabowo ini hebat sekali. Kupas bawang per kilogram Rp 700 ribu, mau pindah jadi penggupas bawang saja," katanya, Senin (17/8/2026).

‎Turbin mengaku menanam bawang merah hampir 200 ru namun 80 ru diantaranya gagal panen akibat terendam luapan air Sungai Opak dan Sungai Winongo Kebol akibat muara buntu.

‎"Ya jelas saya sudah rugi Rp 20 jutaan, kalau jadi pengupas bawang gajinya Rp 700 ribu per kilogram mending saya berhenti dari petani," tandasnya.

‎Petani lainnya, Yuni Maryanto (53) mengaku siap untuk meninggalkan profesi sebagai petani bawang merah jika memang bayaran kupas bawang satu kilogram Rp 700 ribu.

‎"Saya siap ganti profesi sebagai pengupas bawang saja. Jadi petani susah dan merugikan terus," ujar Yuni yang sehari-hari menggarap lahan pasir di pantai selatan Bantul. (Daruwaskita)

Share This Article
Ismet NM Haris
Editor Ismet NM Haris

little baby

Leave a Comment