Electrifying Agriculture di Bantul Bikin Irit Biaya Irigasi, Petani: Turun 80 Persen

Ismet NM Haris

Yogyapos.com (BANTUL) – Electrifying agriculture atau penggunaan energi listrik untuk pertanian di Kabupaten Bantul mulai dirasakan manfaatnya oleh petani. Terutama petani yang menanam tanaman holtikultura seperti cabai hingga bawang merah.

‎Para petani mengaku penggunaan energi listrik untuk irigasi lahan pertanian dengan pompa listrik bisa menekan biaya hingga 80 persen dibandingkan menggunakan dibandingkan pompa air berbahan bakar minyak. 

‎Nanto Pratomo (73) selaku Ketua Kelompok Tani ‘Tirto Asih’ mengaku hanya menghabiskan Rp 2 ribu untuk sekali siram dari pagi hingga menjelang siang. Berbeda jika menggunakan BBM yang menghabiskan 2 liter Pertalite.

‎"Jadi bisa ngirit Rp18 ribu, kalau dikalikan masa tanam bawang merah sekitar 50-60 hari sudah terlihat berapa besar uang yang bisa diirit. Ya bisa irit biaya hingga 80 persen jika menggunakan pompa air listrik dibandingkan dengan pompa dengan BBM pertalite," kata Nanto, Kamis (20/8/2026).

‎Dengan menekan biaya yang cukup tinggi untuk biaya irigasi maka bisa menekan seluruh biaya produksi pertanian mulai dari menyiapkan lahan, membeli bibit, membeli pupuk, membeli obat-obatan dan kebutuhan lainnya.

‎"Ya kalau secara total bisa menekan biaya produksi tanam bawang merah hingga 30-40 persen,"katanya.

Sementara itu petani lainnya,  Awal Naryadi (51) mengatakan mengaku sudah dalam beberapa tahun terakhir ini menggunakan pompa air listrik. Meskipun untuk biaya pemasangan awal cukup mahal.

"Lahan saya itu bukan lahan pasir namun untuk irigasi jadi kendala karena air hanya mengalir saat musim penghujan saja sehingga harus menggunakan pompa air untuk penyiraman tanaman," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo mengatakan hingga saat lebih dari 3.000 sambungan meteran listrik yang sudah terpasang. Teknologi itu kini telah digunakan petani untuk penyiraman atau irigasi komoditas pertanian mulai dari padi, palawija, cabai hingga tembakau.

"Terbanyak petani yang menggunakan pompa air listrik berada di Kapanewon Kretek, Srandakan, Sanden, Piyungan, Imogiri dan Dlingo," katanya.

"Terakhir kita memberikan sambungan meteran listrik petani tembakau di Kapanewon Piyungan, Dlingo, Imogiri, Pleret pada tahun 2025 sebanyak 101 sambungan meteran listrik," tambahnya.‎ (Daruwaskita)
 

Share This Article
Ismet NM Haris
Editor Ismet NM Haris

little baby

Leave a Comment