Panen Raya Bawang Merah di Bantul, Petani Keluhkan Harga Anjlok

Ismet NM Haris

Yogyapos.com (BANTUL) – Petani di Kabupaten Bantul melaksanakan panen raya bawang merah di masa tanam kedua ini. Pada musim panen ini, harga bawang merah justru anjlok karena melimpahnya stok dari berbagai daerah.

Hal itu diungkapkan oleh Nanto Pratomo (73), Ketua Kelompok Tani ‘Tirto Asih’ Bantul saat panen raya bawang merah di Bulak Bungkus, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul pada Kamis (10/8/2026). Dalam kegiatan panen itu turut dihadiri Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih bersama dengan pejabat Kementerian Pertanian, pejabat dari BI Kanwil Yogyakarta dan pejabat dari Pemda DIY.

‎"Ya dalam pekan ini memang hampir semua petani bawang merah panen raya untuk masa tanam kedua (MT 2)," kata Nanto, Kamis (20/8/2026).

Dia mengatakan luas lahan pertanian di Kalurahan Parangtritis yang ditanami bawang merah mencapai sekitar 200 hektar. Sementara untuk hasil panen per hektar mampu menghasilkan sekitar 20 ton.

‎"Satu kilogram bawang merah panen dihargai oleh pedagang antara Rp15 ribu hingga 20 ribu, kalau rata-rata ya sekitar Rp15 ribu per kilogramnya," ungkapnya.

‎Meski demikian, panen melimpah tak semerta-merta membuat harga bawang merah tinggi. Harga jual justru mengalami penurunan lantaran daerah lain juga dalam masa panen.

‎"Harga bawang merah turun itu informasinya karena berbarengan dengan panen raya di daerah lain bahkan di Pulau Sulawesi saat ini juga panen raya bawang merah," tuturnya.

‎Padahal pada masa tanam 1, harga bawang merah bertahan di angka Rp 35 ribu per kilogram.

‎"Saat MT 1 bawang merah harga jual bawang merah panen mencapai Rp35 ribu per kilogramnya. Jadi memang harganya saat ini sedang turun," tambahnya lagi.

Baca juga: BMKG Tetapkan 4 Wilayah DIY Status Awas Kekeringan, Sleman Siaga

Sementara itu Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan komoditas bawang merah ini menjadi sumber kesejahteraan masyarakat Bantul terutama masyarakat atau petani Bantul di bagian selatan.

‎"Tanaman holtikultura salah satunya bawang merah menjadi tanaman andalan di Bumi Projotamansari yang turut berkontribusi total produksi hingga 70 persen di DIY," ungkapnya.

‎Menurutnya sektor pertanian di Kabupaten Bantul telah dinyatakan sebagai salah satu sektor strategis yakni satu dari tiga sektor strategis di Bantul yang meliputi industri, pertanian dan pariwisata.

‎"Sektor pertanian memberikan kontribusi PDRB kedua setelah sektor industri sehingga sektor pertanian telah memberikan kesejahteraan yang signifikan terhadap mayoritas warganya," tuturnya. (Daruwaskita)

Share This Article
Ismet NM Haris
Editor Ismet NM Haris

little baby

Leave a Comment